
Jakarta - Cedera beberapa kali sudah menganggu musim Dani Pedrosa di kelas primer. Pebalap Repsol Honda itu pun kini berharap memiliki peruntungan lebih baik di MotoGP 2012.
Musim lalu Pedrosa memulai dengan menjanjikan setelah naik podium di tiga seri awal, yang salah satunya berupa kemenangan.
Sialnya pada seri keempat, di Le Mans, ia justru tak bisa finis dan mendapatkan cedera bahu akibat berduel dengan Marco Simoncelli.
Setelah itu si rider Spanyol pun mesti absen di tiga seri berikutnya. Kegagalan mendulang angka akibat cedera semacam itulah yang kerap mengganggu musim Pedrosa.
Menjelang musim 2012, Pedrosa tampil menjanjikan di sesi tes pra-musim. Terlebih lagi ia juga tidak mengalami cedera. Ia pun berharap Dewi Fortuna terus bersamanya sampai akhir musim.
"Tahun ini aku sudah bekerja sangat keras, aku menjalani pra-musim yang baik dengan motor dan latihan fisik; aku harap kali ini keberuntungan tetap bersamaku sehingga aku bisa menjalani musim dengan baik," lugas Pedrosa di Crash.
Terkait dengan hal itu pula Pedrosa tak mau ambil risiko yang tidak perlu dalam balapan di Losail pada akhir pekan. Ia tak mau sebuah kesalahan kecil menyebabkannya kehilangan peluang mengejar gelar.
"Qatar penting karena itu adalah balapan pertama musim ini, tapi Anda harus memperkecil risiko. Jika Anda tak memenangi balapan ini, Anda masih bisa menjadi juara dunia tapi sebaliknya sebuah kesalahan dapat bikin tahun ini jadi rumit," simpulnya.

Canberra - Casey Stoner optimistis jelang dimulainya MotoGP 2012. Hasil tes pramusim yang bagus membuatnya percaya diri menghadapi musim baru.
Hasil tes pramusim di Sepang dan Jerez cukup memuaskan bagi Stoner. Ia menjadi yang tercepat di empat dari lima tes yang diikutinya. Hanya satu kali juara dunia tahun lalu itu mencatatkan waktu yang tidak memuaskan, yaitu di tes hari kedua di Jerez saat hujan deras mengguyur lintasan.
Hasil tes pramusim itu membuat Stoner percaya diri jelang dimulainya musim balap 2012. Meski demikian ia memprediksi musim ini akan berjalan lebih seru karena akan ada lebih banyak kompetitor.
"Setelah tes pramusim yang bagus di Sepang dan Jerez, kami menuju Qatar dengan perasaan yang positif," sahut pebalap asal Australia ini seperti dikutip oleh Autosport.
"Aku tidak sabar untuk memulai musim dan berjuang untuk gelar juara dunia, tapi ini adalah musim baru dan ada lebih banyak kompetitor tahun ini."
Seri pembuka akan digelar di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (8/4/2012). Stoner punya catatan bagus di sirkuit ini. Ia menjadi yang tercepat di empat dari lima GP Qatar terakhir, termasuk finis terdepan di musim lalu.
Meski demikian, Stoner menyebut masih banyak yang harus diperbaiki dari tunggangannya. Apalagi musim ini kapasitas mesin yang akan digunakan dinaikkan menjadi 1.000cc.
"Masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Kami selalu punya hasil bagus di Losail tapi ini adalah untuk pertama kalinya menggunakan motor baru di sirkuit ini jadi kami butuh waktu untuk menentukan pengaturan terbaik," tutupnya.

Jakarta - Laju Valentino Rossi bersama Ducati sejauh ini belum memuaskan. Dengan musim baru sudah ada di depan mata, ia ditegaskan tetap disarati motivasi.
Musim lalu Rossi menjalani debutnya bersama Ducati dengan mengecewakan. Hanya bisa satu kali naik podium dengan finis ketiga, itu menjadi kali pertama dalam kariernya Rossi tak bisa meraih satu kemenangan pun dalam satu musim.
Harapan baru tak ayal muncul menjelang musim baru, yang juga menjadi awal dari era 1.000cc. Sialnya, dalam sesi tes pra-musim, Rossi juga terlihat belum nyaman benar dengan GP12.
Pun demikian, bos Ducati Vittoriano Guareschi menegaskan kalau hal itu tak menyurutkan semangat Rossi. Juara dunia 7 kali di kelas primer yang kini berusia 33 tahun itu disebutnya masih sangat bersemangat jelang musim baru.
"Ia tak lagi muda seperti ketika tiba di Yamaha tahun 2004 lalu tapi motivasinya sangat tinggi dan saya pikir dengan dukungan yang bagus Valentino bisa mengejar kemenangan-kemenangan. Penting sekali untuk melakukan start dengan baik dan tidak tertinggal terlalu jauh," ujar Guareschi di MCN.
Davide Brivio yang mantan bos Rossi di Yamaha juga sama sekali tidak meragukan semangat dan motivasi si Italiano. Tetapi ia juga menegaskan GP12 mesti segera bisa tampil lebih baik guna menjaga motivasi Rossi tetap tinggi.
"Saya lihat Valentino masih sangat termotivasi tapi sejujurnya saya tak tahu berapa lama ia bisa menjaga motivasi itu tanpa melihat adanya hasil memuaskan. Ia butuh melihat hasil bagus untuk menjaga motivasinya."
"Dalam situasi seperti ini saya tidak yakin berapa lama (motivasinya) itu akan bertahan jika hasil tak kunjung tampak. Ia benar-benar ingin kembali bersaing di papan atas dan kembali merasakan nikmatnya berada di depan," analisis Brivio.
MotoGP 2012 akan mulai bergulir pada akhir pekan, Minggu (8/4/2012), dengan seri pertama dihelat di Losail, Qatar.

Jakarta - Jorge Lorenzo sudah tak sabar untuk segera memulai musim baru yang akan dibuka di Losail, lintasan yang belum pernah ia menangi di kelas MotoGP.
Ketika berlaga di 125 cc dan 250cc, Lorenzo pernah tiga kali berjaya di Losail--satu kali di 125cc (2004) dan dua kali di 250cc (2006 dan 2007).
Akan tetapi, sejak turun di kelas MotoGP sedari tahun 2008, belum satu kalipun rider Yamaha itu menyudahi balapan di Losail di posisi terdepan.
Di Losail musim lalu Lorenzo hanya bisa finis di posisi dua. Itu adalah capaian terbaiknya di MotoGP Qatar, yang mana juga pernah ia raih dua kali sebelumnya (2008 dan 2010).
Saat itu Lorenzo menjadi satu-satunya pebalap Yamaha yang finis di posisi lima besar Losail, yang didominasi Honda. Musim ini pun ia tahu Honda akan kembali tangguh meski Lorenzo tetap antusias untuk membalap di Losail dan memulai musim.
"Aku sangat antusias untuk membalap lagi dan melihat bagaimana posisi kami dibandingkan dengan para rival," ujar Lorenzo di situs MotoGP.
"Tahun lalu Qatar adalah balapan yang bagus buat kami tapi aku pikir musim ini kami akan memiliki motor yang sedikit lebih kompetitif jadi aku mengharapkan hasil bagus," lanjut juara dunia MotoGP 2010 itu.
Lorenzo menutup musim lalu dengan absen di tiga seri terakhir karena cedera. Ini membuatnya kian tak sabar beraksi lagi, terlebih ia mengaku sudah sangat maksimal melakukan persiapan untuk musim ini.
"Karena cedera tanganku, sudah cukup lama sejak aku mengikuti sebuah balapan jadi aku sangat antusias menanti hari Minggu. Aku sudah banyak berlatih untuk musim ini; aku merasa amat baik dan juga sangat senang dengan motornya," simpul Lorenzo yang menyudahi musim lalu sebagai runner-up.

Jakarta - Dalam dua musim terakhir, Jorge Lorenzo dan Casey Stoner bergantian merajai kelas MotoGP. Datangnya era baru MotoGP 1000 cc membuka peluang Dani Pedrosa, Ben Spies sampai Valentino Rossi untuk mengusik kedunya.
Sembilan kemenangan didapat Lorenzo saat dia mengunci gelar juara dunia di musim 2010. Sementara tahun lalu Stoner 10 kali naik podium tertinggi. Dengan ada 18 seri digelar pada dua musim tersebut, tingkat kemenangan keduanya mencapai 50%.
Bagaimana dengan musim ini? Era baru MotoGP yang memperkenalkan motor 1000 cc membuat siapa yang nantinya akan jadi juara dunia sulit ditebak. Tapi dengan dukungan timnya masing-masing serta skill balap yang oke, kedua nama tersebut bisa dibilang masih berada di posisi teratas daftar unggulan.
Menyapu bersih tiga ujicoba pra musim yang digelar, banyak pihak memprediksikan Stoner akan bisa mempertahankan gelarnya, dan menjadi juara dunia untuk kali ketiga dalam enam tahun terakhir. Stoner dianggap mampu memaksimalkan apa yang dipunya Honda Honda RC213V.
Sementara Lorenzo dikenal punya skill membalap yang luar biasa baik, selain dianggap punya intelejensi tinggi di atas sirkuit. Meski kalah jauh dari Stoner dengan Hondanya musim lalu, Lorenzo menunjukkan penampilan solid di sepanjang ujicoba pra musim.
Menjadi penantang teratas dari dua nama tersebut adalah Dani Pedrosa. Kalau bukan karena mengalami banyak kecelakaan dan cedera musim lalu, persaingan MotoGP dipastikan lebih seru dan tak cuma melibatkan Stoner-Lorenzo.
Pedrosa diakui sangat cepat di atas motornya, hal mana menjadi modal cukup buat dia bersaing jadi juara dunia. Tapi satu yang bisa menghambat rider Spanyol itu adalah fakta bahwa dia seperti sangat rapuh. Sejak turun di ajang MotoGP, tak satu musim pun dia lewati dengan bebas cedera.
Sementara dari tim Yamaha, Ben Spies masih harus menunjukkan banyak hal untuk bisa sejajar dalam persaingan dengan tiga nama di atas. Memasuki musim ketiganya berpartisipasi penuh di ajang MotoGP, pembalap asal Amerika Serikat itu akan punya kesempatan andai bisa lebih cepat beradaptasi dan memaksimalkan Yamaha YZR-M1 bermesin 1000 cc.
Bagaimana dengan Valentino Rossi?
Menyimak apa yang dia raih musim lalu, sangat sulit buat The Doctor untuk bisa jadi juara dunia. Bersama Ducati tahun lalu, Rossi benar-benar kehilangan daya saingnya dan harus puas menyudahi musim di urutan tujuh, terburuk sepanjang kariernya.
Rossi dan Ducati seperti belum menyatu, meski kerjasama antara keduanya sudah akan masuk tahun kedua di musim ini. Tak diketahui dengan jelas hingga kini apa akibat hilanganya daya saing Rossi saat ini, karena dia yang mulai termakan usia atau karena Ducati yang belum bisa memberi motor terbaik.

Jakarta - Musim 2012 akan menandai sebuah era baru dalam gelaran Grand Prix MotoGP. Kapasitas mesin yang ditingkatkan menjadi 1000 cc adalah faktor utamanya.
Perubahan cc di ajang MotoGP sejatinya adalah bukan hal baru. Dalam satu dekade terakhir tercatat FIM dan Dorna sudah beberapa kali melakukannya.
Mesin 990 cc sempat digunakan pada musim 2002 sampai 2006. Karena alasan keamanan, kapasitasnya pun diturunkan menjadi hanya 800 cc pada periode 2007-2011. Dan mulai tahun ini motor-motor yang berlaga di kelas rajanya balap motor tersebut akan dibekali mesin 1000 cc.
Perubahan kapasitas mesin jelas menuntut seluruh tim melakukan banyak perubahan di berbagai komponen tunggangannya. Meski persiapan menuju 1000 cc sudah dilakukan sejak musim lalu, toh tim-tim mengaku masih belum bisa memaksimalkan motornya. Honda, Yamaha dan Ducati tak menyangkal kalau mereka masih belum bisa mengatasi beberapa masalah yang muncul.
"1000 cc akan memunculkan tantangan berbeda di setiap lintasan karena motor ini punya tenaga yang lebih besar, jadi kita lihat saja bagaimana jadinya," sahut Hiroo Saito, manajer Divisi Pengembangan Yamaha MotoGP beberapa waktu lalu.
Sementara di kubu Honda, optimisme Casey Stoner justru meninggi. Mendominasi tiga sesi ujicoba pra musim, pembalap asal Australia itu cukup yakin dengan daya saing dirinya dan timnya di musim yang akan segera dimulai.
"Saya yakin Honda sudah melakukan pekerjaan fantastis dengan mesin baru 1000 cc sepanjang musim dingin dan saya tak sabar untuk kembali ke lintasan dan melihat apa yang bisa kami lakukan, semoga bisa mengawali (musim) dengan bagus lagi," ungkap Stoner.
Sama seperti Yamaha, kubu Ducati juga belum mau menaruh target tinggi pada motor 1000 cc-nya. Belum mampu menyaingin kecepatan para pesaing di sesi ujicoba pra musim, Desmosedici GP12 disebut Valentino Rossi masih mengalami beberapa masalah, meski juga masih menyimpan potensi untuk bisa lebih cepat lagi.
"Kami sudah bekerja sangat keras. Sejak awal tes saya sudah bisa cepat dan duduk di posisi lima daftar pembalap tercepat. Kami masih harus menuntaskan beberapa masalah dan saat keluar dari tikungan. Tapi kami hampir sampai di sana: kami tahu itu akan butuh waktu. Kami ingin berada di depan," seru The Doctor saat Ducati merilis motor terbarunya Maret lalu.
Dari kelas yang berbeda, FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) juga melakukan perubahan menghapus kelas 125 cc mulai tahun 2012 ini dan sebagai gantinya memperkenalkan kelas Moto3 yang menggunakan motor berkapasitas 250 cc. Sementara Moto2 memakai motor berkapasitas 600 cc.
Seragam Livery terbaru dari Yamaha telah resmi dirilis, berbeda dng tahun lalu yang dominan Biru kali ini livery lebih dominan dengan warna putih, dan tetap mempertahankan warna garis biru.





Walau mendapatkan sponsor baru dari Eneos, tpi warna perusahaan eneos yang dominan orange tidak menjadi bagian dari Livery Yamaha ini, apa Eneos nilai sponsornya g banyak ya hehehe


